Artikel Terakhir
Home » Posts filed under Catatan Harian
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan Harian. Tampilkan semua postingan
Rabu, 12 November 2014
Rabu, 12 November 2014
- 1 Comment
By Christie Damayanti
Aku di kantor kompasiana, 24 November 2013
Sebelumnya :
3 Tahun di Kompasiana, Apa yang Aku Dapat? Pertanyaan yang
Bodoh!
4 tahun ( kurang sedikit ), aku
sidah berada di Kompasiana. Sejak 12 November 2010 sampai saat ini, aku (
mungkin ) salah satu Kompasianer senior yang masih terus enulis antara 1 sampai
3 artikel dan di posting di Kompasiana.
Jika ada yang masih menanyakan
aku, apa yang aku dapatkan menjadi ‘member’ 4 tahun di Kompasiana, aku akan
tetap menjawab : Aku mendapatkan
semuanya lewat Kompasiana! Dan dari awal menjadi “Kompasianer of The Year 2011” ini
lah, semuanya beruntun membuat aku menghimpun energy positif untuk membangun
semangat …..
Aku dan Kang Pepih,
setelah penganugerahan “Kompasianer of The Year 2011” di kompasianival 2011 di
FX Plaza
***
Aku tidak mau mengulang cerita
dan sejarah tentang bagaimana aku memulai menulis di Kompasiana. Karena
semuanya sudah ada di link2 di atas artkel ini. Tetapi aku tetap akan berkata
bahwa, aku adalah IPS ( Insan Pasca Stroke ), dengan tubuh 1/2 lumpuh sebelah
kanan, karena otak kiriku pernah terendam darah sebanyak sekitar 20%, yang
mengakibatkan aku dalam keterbatasan seperti ini, sampai sekarang.
Sebagai seorang arsitek lapangan,
aku sekarang tidak mampu banyak bergerak lagi, karena keadaanku. Tetapi
sebenarnya aku tetap ingin terus berkarya. Bagaimana? Berkarya dalam hal apa?
Salah satu cara berarya adalah
dengan M E N U L I S. Karena dengagn pikiranku yang sangat ‘mobile’, aku harus
merangkul semua ide2 serta mimpi2ku dalam banyak tulisan. Dan itu aku lakukan
dengan menulis dan di posting di Kompasiana! Dan mengapa harus di Kompasiana?
Banyak teman2ku bertanya kepadaku. Dikatakannya, Kompasiana sekarang
ditinggalkan oleh penulis kawakannya dan juga ditinggalkan pembacanya, karena
seringnya Kompasiana error.
Tetapi aku mau mengatakan untuk
semuanya, bahwa Kompasiana itu ibarat ‘orang tua’ dan ‘sahabat’ku. Aku lahir
dan dibesarkan di Kompasiana, dan aku mendapatkan semuanya lewat Kompasiana!
Itu yang aku selalu tekankan!
Bermula dari terus menulis
artikel2ku di berbagai genre, aku banyak mendapatkan kesempatan diwawancarai di
berbagai media. Dari puluhan media cetak, belasan radio untuk talk-show, bahkan
sejak Januari 2013 aku adalah sebagai nara sumber tetap pada program acara
khusus untukku “Weekend Spirit”, setiap hari Sabtu jam 16.00 – 17.00 di Radio
Pelita Kasih 96.3 FM. Dan hampir semua televisi nasional menayangkan
wawancaraku tentang kesaksian stroke dan kanker, serta tentang hobi
filateli-ku.
Wawancara di The Jakarta Post dan Wawancara pertama dengan media
majalah Kartini, Desember 2011. Dari sinilah, banyak media yang menghubungiku
dan ingin mewawancaraiku …..
Wawancara pertama denan Majalah Inspirasi, yang membawaku menjadi nara
sumber tunggal pada program “Weekend Spirit” di RPK 96.3 FM sejak Januari 2013.
Wawancara dengan Jawa Post yang di share di semua harian local daerah
seluruh Indonesia
Aku dengan kang Pepih di Kompas TV dan wawancara untuk acara “Solusi”
yang fenomenal, karena masih disiarkan hamper tiap minggu dari tahun 2012 di 3
TV nasional : O’Channel, SCTV dan MNC pada dini hari. Dan sudah membuat banyak
orang bertobat dan menginspari. Puji Tuhan!
Ini juga begitu fenomenal, selama 30 menit aku menjadi took sentral
pada program “Wanita Hebat” di ANTV. Dan bossku pun berbicara disana …..
DAAI TV dan NetTV, mampu menginspirasi filatelis2 Indonesia, bahwa
seorang Christie yang dalam keterbatasan, bisa tetap berkarya, salah satunya di
bidang filateli …..
Bahkan aku sudah membuat 3 bukuku
tentang kesaksianku. Dibantu oleh Valentino, 3 buku2ku menjadikan pelayanan2ku
untuk orang2 yang membutuhkan, menjadi nyata. Karena 100% penghasilanku dari
ke-3 buku2ku ini untuk Tuhan lewat pelayanan2ku …..
Tetapi kesaksian2ku tetap terus
diminta untuk aku membawakannya di Gereja2 atau di komunitas2 yang membutuhkan
motivator dalam mengangkat yang terpuruk …..
Dua dari 3 buku-kku tentang kesaksianku yang dijual di internet …..
Bisa dilihat di www.youtube.com/christievalentino.
Semua program TV dan beberapa program radio ada di koleksi youtube-ku.
Dari menulis di Kompasiana, aku
juga bisa bertemu dengan banyak ‘orang penting’ di negeri ini. Bahkan aku
diundang di acara APEC September 2013 oleh Ibu Linda Gumelar. Dan dari situ aku
bisa berkolaborasi dengan banyak acara dengan Ibu Dewi Motik, bahkan menggelar
Seminar Nasional “ICT fot Disabled”, 2 kali, pada bulan Februari dan Juni 2014
lalu, untuk kepedulian bagi warga disabled Indonesia dalam banyak hal, misalnya
pendidikan dan pekerjaan serta fasilitas2 fisik kota Jakarta.
Aku di Metro TV
Ketika aku mulai menulis tentang
kepedulianku untuk Jakarta sejak tahun 2011 lalu, sejarang terus berlanjut yang
menghasilkan ratusan artikel dalam sebuah ‘fan pages’ di Facebook. Sebuah kolom
khusus untuk men-share tulisan2ku tentang Jakarta
Kota Kita.
Aku tidak tahu,apakah aku GR atau
tidak, tetapi yang jelas jika aku menuliskan tentang sebuah keluhat kecil
tentang Jakarta setelah Bp Jokowi menjadi Gubernur Jakarta, 2 atau 3 minggu
kemudian keluhanku dieksekusi dan diperbaiki. Sepeerti beberapa tulisanku
sebagai berikut :
Perlintasan Rel Kereta
Berhantu? Hiiiii ……
Bahkan tentang Waduk Pluit,
konsep ini sebelum pak Jokowi mengerjakannya, tetapi semuanya sesuai dengan
angan dan mimpi2ku. GR? Masa bodohlah …..
Untuk Kijang Totol, sekitar 2
minggu postingan ini tersebar, kijang2 itu dibawa ke Bogor. Karena aku?
Entahlah. Dan tentang perlintasan rel kereta ini, sekitar 2 minggu setelahnya,
perlintasan itu benar2 diperbaiki! Sayangnya, hanya perlintasan itu saja, tidak
perlintasan2 yang lainnya …..
Artikel2ku tentang kepedulianku
untuk Jakarta menuai banyak HL, dimana namaku semakin melambung. Bukan untuk menyombongkan
diri, tetapi aku hanya mau mengatakan bahwa semuanya ini berkat aku menulis di
Kompasiana. Bahkan ketika aku dihubungi oleh Metro TV untuk wawancara tenang
Sungai2 dan Rumah2 Kumuh di Jakarta, membuat aku semakin semangat untuk terus
berkarya walau tetap dalam keterbatasan …..
Dari artikel2 di Kompasiana,
semakin membuat namaku terus melambung. Sekali lagi, bukan untuk menymbongkan
diri, tetapi lewat kompasiana lah semakin banyak media yang ingin
mewawancaraiku. Ketika tahun 2011 lalu, sebuah surat kabar internasional ‘The
Jakarta Post’ mewawancaraiku di rumah oleh pak Eman Dapa Loka, namaku terkenal
di penjuru dunia lewat link2 surat kabar online dunia. Membanggakan sekali
ketika seorang temanku di Amerika memberikan ucapan selamat karena dia membaca
artikel tentang aku di Dallas Tribune.
Dan sekitar April 2014 ini,
harian Jawa Pos menduplikasi cara itu. Jawa Pos yang bekerjasama dengan banyak
harian local seluruh Indonesia menerbitkan artikel2 tentang aku di hamper semua
harian local tentang hobi filateli ku, sehingga teman2 filateli di luar pulau
sering memberitahukan tentang artikel2 tentang filateli-ku …..
Begitu juga dengan Parajournal,
yang mewawancaraiku dengan sangat menyentuh, untukku. Mba Andina Dwifatma
dengan mas Aulia Latif mewawancara dan memotretku dengan baik dan artikel itu
di ku tambah bersemangat! Dari mana ini? Ujung2nya adalah dari K O M P A S I A
N A !!!
Dan dari menulis di Kompasiana
juga, aku bisa menjadi Juri Nasional sejak 3 tahun ini ( 2012 – 2014 ) untuk
lomba Menulis Surat Remaja dan tahun 2014 sbagai Juri Nasional lomba Pameran
Filateli Nasional.
Juri Nasional lomba menulis remaja 2014 dan Juri Nasional lomba
Filateli Kreatif 2014
Bisa dibaca di Ketika
Menulis Menyembuhkan.
Yang terkahir di tahun 2014
sebelum tutup tahun ini, ketika aku dihubungi oleh Kompas TV untuk sebuah
talk-show dengan Bp Jaya Suprana di MOI, aku dating dan sepertinya membuat Bp
Jaya Suprana menjadikan aku sebagai sahabatnya. Sehingga, kami sring bertemu di
studionya bersama mba Aylawati Sarwono, Direktur MURI. Bercanda, mengobrol
sampai bernyanyi bersama ketika Bp Jaya Suprana berlatih piano.
Dari Kompasiana, aku berkenalan denan tokoh2 sentral Indonesia …..
Salah satunya adalah Bp Jaya Suprana …..
Menghasilkan sebuah Rekor MURI untukku, September 2014 ….. Semuanya
dari Kompasiana!
Sampai pada akhinya, aku di minta
untuk berpameran di Gallery MURI dan tanggal 13 September 2014 lalu,aku
dianugerahi Rekor MURI dengan kategori kolektor Disney terlengkap dan terbanyak
sejak 40 tahun lalu. Puji Tuhan! Semuanya dari mana? Ya dari K O M P A S I A N
A …..
Pameran tantangan Bp Jaya Suprana
tentang Indonesia, diganjar lagi dengan penghargaan Rekor MURI yang ke-2,
tanggal 8 November 2014. Semangatku semakin bertumbuh dan berkembang. Dan Tahun
2015 besok, aku sudah mengirimkan beberapa konsep dan proposal untuk pameran2
tunggal ku selanjutnya, kepada Kementrian Kominfo. Jika Tuhan berkenan, ada 2
mimpi ( sangat ) besarku yang akan terlaksana …..
Penghargaan Rekor MURI ku yang ke-2, November 2014
Rencanaku di akhir tahun depan, buku
ke-4 muncul sebagai trilogy dari perjalananku ke Eropa bersama kedua anak2ku
selama 3 minggu lebih. Bahwa aku, seorang ibu yang cacat ½ tubuh lumpuh, mampu
membawa anak2ku berkeliling Eropa, dengan keadaankku yang sangat terbatas,
dengan Tuhan pastinya terus berada disisiku. Buku ini bukan hanya mengisahkan
tentang perjalanan wisatanya, tetapi lebih kepada penyertaan Tuhan atas kami
bertiga.
Sekali lagi, ketika banyak
sahabat2ku ‘mundur’ dari Kompasiana, dan menulis di ‘sebelah’, aku hanya
tersenyum. Untukku, kesetiaan adalah yang terpenting. Aku setia denga apa yang
menjadi hidupku, menjadikan ak lebih dan terus bersemangat! Dengan menulis
dengan setia di Kompasiana, aku mengumpulkan energi2 positif sebagai dukungan
atas fisik dan hatiku.
Seperti juga dengan kesetiaanku
pada Tuhan-ku. Aku terus tekun mencari Tuhanku, yang akhirnya berbuah manis.
DIA terus setia mengiringiku dan membuat aku mampu menjalankan hidupku ini,
walau tetap dalam keterbatasan …..
Apapun yang terjadi, Kompasiana
tetap akan menjadi bagian dalam hidupku. Aku tidak akan ‘besar’ seperti ini,
jika tidak ada Tuhanku, dan juga jika tidak ada Kompasiana. Dan Kompasianalah
adalah ‘orang tua’ dan sahabatku, curhatku selalu lewat Kompasiana. Walau
sekarang sering error dan pembacaku sangat sedikit, aku tetap akan setia untuk
1 sampai 3 artikel per-hari, untuk terapi otakku dan untuk sebuah penyembuhan
hanya hakiki, yaitu kepercayaan untuk sebuah kesetiaan dalam menjalani
kehidupanku ini …..
Rabu, 01 Oktober 2014
Rabu, 01 Oktober 2014
- 0 Comments
By Christie Damayanti

Mba Visi, aku, pak Didin, mas Ribhan, Mas Aji dan mas Jerry, gathering 3 Mei 2014, di rumahku …..
Sebelumnya :
Dari sekian banyak pelayananku dan karyaku dalam keterbatasan, aku ingin menyoroti sebuah komunitasku yang aku bentuk setelah melihat dan mendengar keterpurukan teman2ku karena banyak sebab terpuruk, ketika suatu saat aku tidak mampu berbuat apa2 karena tidak ada seseorang yang bisa membantuku. Misalnya saja, ketika aku hendak melepas kaosku untuk mandi, tetapi tidak mampu karena tangan kananku tidak bisa bergerak atau sedikit sekali bisa bergerak, dan aku berkali2 mencoba sampai aku kelelahan …..
Aku sangat mengerti ketika banyak orang seperti aku, mengalami saat2 berat untuk tidak isa melakukan sesuatu. Aku sendiri jika memang merasa terpuruk, biasanya aku hanya duduk diam, menutup mataku sambil melipat tanganku untuk berdoa. Dan biasanya juga, hatiku langsung tenang dan damai, dan pertolongan pun tiba, dengan segera. Puji Tuhan …..
Awal November 2013, aku membuat sebuah grup komunitas di Facebook. Bersama dengan mas Aji, seorang insan pasca stroke yang terserang stroke ketika berumur 19 tahun, 11 tahun yang lalu, kami memulai pelayanan ini. Waktu itu beberapa IPS ( insanpasca stroke ) sudah sering meminta aku untuk dating ke rumah mereka, ketika mereka mendengarkan ceritaku di RPK 96.3 FM tiap hari Sabtu jam 16.00 - 17.00, dan ternyata cerita2ku yang sebenarnya sebagai curahan hatiku yang paling dalam ini, Puji Tuhan, bisa menjadi berkat bagi mereka.
Grup Facebook itu berjudul “Komunitas Insan Pasca Stroke dan Disabled : Berkarya Dalam Keterbatasan”
“Weekend Spirit” di RPK 96.3 FM setiap hari Sabtu jam 16.00 - 17.00 ini, sudah mulai mengudara sejak Januari akhir 2013 lalu. Itu memang sebuah proram baru untukku sebagai nara sumber tunggal untuk memotivasi banyak orang.
Awalnya, salah seorang teman anakku, mempunyai mama lumpuh sepertiku, kata Dennis dan dia mengajak aku untuk berkunjung ke rumahnya. Dan aku dating kerumahnya di Rawamangun. Bu Mardiana, yang sudah 3 tahun ( waktu itu ), tidak pernah keluar rumah karena banyak hal. Bahkan dia tidak pernah melihat matahari, karena memang beliau sama sekalitidak mampu bergerak, kecuali dibantu oleh suaminya di atas kursi roda.
Ketika aku dating kepadanya, dan akhirnya menjadi sahabat untuk masing2 dari kami, doaku semakin lancer untuk membuat Bu Mardiana mulai ‘keluar dari kepompongnya’. Dan tanggal 2 Desember 2013, Aku berhasil membawa Bu Mardiana dan Suaminya untuk berjalan2 di ‘car free day’ sepanjang Jalan Sudirman …..
Lihat tulisanku :
Dan Bu Mardiana semakin ‘bersinar’ dengan Roh Kudus terus berada di dalam hatinya, terus dan terus, ketika DIA menggerakkan Tangan NYA untuk Bu Mardiana bisa memulai kegiatan barunya, yaitu berjualan kue lewat BBM atau SMS. Puji Tuhan …..
Tanggal 22 Juni 2013 lalu, seorang Bp Didin mengirimkan SMS padaku dan beliau ingin aku dating kerumahnya, seketika itu jua aku terketuk untuk langsung datang kesana.
Tanggal 27 Juni 2013, Bp Didin menyambutku dan beliau sangat terketuk untuk bisa semangat lagi, aku bercerita tentang kesaksianku. Dari awalnya Bp Didin yang sangat terpuruk, menjadi Bp Didin yang semangat luar biasa, tidak lain adalah karya Roh Kudus saja …..
Lihat tulisanku :
Dari sinilah, aku semakinterketuk ketika banyak sekali sahabat2 yang mengalami keterpurukan, bukan hanya karena sakit atau IPS saja, tetapi mereka mengalami depresi karena banyak hal. Banyak sekali IPS atau siapapun yang meminta aku dating ke rumahnya, akan aku datangi sesuai dengan waktuku. Karena aku sangat bergantung kepada orang lain, aku pun selalu mengatakan bahwa aku hanya bisa melayani ‘door to door’ jika ada supir yang mengantarku.
Lihat beberapa tulisan ku :
Bahkan seorang Bp Robinson, mengharapkan kedatanganku untuk memotivasi istrinya, Bu Louise, yang terkena penyakit Parkinson’ dan sudah 9 tahun hanya berbaring saja. Aku sungguh terpukul mendengar Bp Robinson untuk aku datang ke rumahnya. Siapakah aku ini? Dan aku tidak menyia2kan kessematan ini untuk melayani Yesus lewat umat yang dikasihi NYA …..
Masih banyak lagi yang aku datangi, dan sumber pelayanan ini adalah setiap Sabtu jam 16.00 - 17.00 di RPK 96.3 FM melalui program “Weekend Spirit”. Puji Tuhan, Hallelluyah ……
‘Komunitas Insan Pasca Stroke dan Disabled : Berkarya Dalam Keterbatasan’ ini sendiri dalam 1 tahun berjalan sudah membuahkan semangat yang luar biasa bagi anggota2nya. Beberapa kali kami gathering di rumahku di Tebet. Karena anggotanya bukan hanya di Jakarta saja, dan yang di Jakarta pun tidak semuanya bisa dating karena keterbatasan dalam banyak hal, membuat kami susah mengumpulkan semuanya. Alhasil, mereka dapak dating kapanpun dan dengan berapa orang pun, untuk saling bercerita, saling mencurahkan hari serta saling menyemangati untuk kehidupan masing2.
Acaranya hanya sekedar kongkow serta ketawa ketiwi dan bercerita tentang kesaksian masing, membuat kami merasakan kehadiran Tuhan ditengah2 kami. Bisa dilihat tulisanku :

Hanya ber-4 pun kami berkumpul bersama : aku, pak Didin,pak Windu dan mas Aji, gathering 23 November 2013
Fokusku sekarang adalah pelayanan. Bahwa aku masih diberi nafas kehidupan oleh NYA walau dalam keterbatasan, itu merupakan anugerah untukku. Bahwa jika aku atau semua orang masih diberi kehidupan, berarti Tuhan masih mempunyai rencana untuk kita.
Dari berkumpulbersama,biasanya aku mengajak mereka untuk siaran bersama di proram “Weekend Spirit” di Radio Pelita Kasih 96.3 FM.


Foto 1 : Mas Jerry, mas Chrizz ( Host RPK ), aku mba Lilih Wilda dengan bayinya serta pak Didin
Foto 2 : Mas Aji, mas Yudha ( Host RPK ), aku dan pak Didin
Jadi, mengapa kita menyia2kan hidup kita? Jika kita adalah orang yang sehat dan normal, mengapa kita kalah dengan orang2 yang dalam keterbatasan? Tuhan sedang merenda hidup kita. Tuhan pun sedang merenda perjalanan negeri kita. Tuhan akan selalu memberkati Indonesia.
Permasalahannya, apakan kita sebagai warga negara Indonesia hanya mau mengetengahkan egoism kita sendiri saja? Ataukah kita berusaha untuk berbuat yang terbaik bagi hidup kita? Semuanya bergantung dari diri kita masing2 …..
Aku, seorang insane pasca stroke dengan ½ tubuh kanan yang lumpuh, mngajak semuanya untuk bersatu dan berbuat yang terbaik bagi Indonesia, apapun bentuknya! Karena aksi yang kecilpun akan bisa membangun negeri kita, bagi masa depan kita semua.
Jayalah negeriku ….. Jayalah Indoneisaku ……Tuhan berkati kita semua!


By Christie Damayanti

Koleksi pribadi : screenshoot ANTV
Aku menulis dengan tangan kiriku, di Program acara “Perempuan Hebat” di ANTV - 23 Januari 2013 …
Ketika aku sadar bahwa aku ( waktu itu tanggal 8 Januari 2010 ) stroke berat dan lumpuh 1/2 tubuh sebelah kanan dan kemungkinan dan vonis dokter di Amerika hanya bisa berbaring saja di sisa hidupku, aku benar2 berserah pada Tuhan walau tetap menolak vonis dokter, dalam nama Tuhan! Dan seketika itu juga, pikiranku melayang2, bagaimana aku bisa bekerja lagi untuk masa depan anak2ku, secara aku adalah ’single parent’.
Aku ‘belajar untuk hidup’ sampai 6 bulan kemudian aku dinyatakan bisa bekerja lagi dengan tes khusus ‘fungsi luhur’ di RSCM. Dan pada tanggal 17 Juni 2010 aku mulai bekerja kembali, walau tetap dalam keterbatasan, sampai sekarang …..
Setelah itu, so what?? Hanya bekerja saja kah?? Hanya sekedar mencari uang kah??
Tidak! Aku mau tetap berkarya selain bekerja! Sebagai dosen pun aku belum bisa lagi karena bicaraku belum lancar dan sering error serta tiba2 ‘hank’. Apa lagi?
Dengan keterbatasanku ini, untuk bergerak pun aku susah, bisa berjalan tetapi tetap harus digandeng. Sehingga aku hanya bisa duduk di kursi dengan laptop di depanku sambil mengetik. Atau juga membaca, nonton dan pastinya hanya berbaring saja. Otakku berputar dan aku memutuskan untuk menulis di Kompasiana, ketika seorang sahabatku dari Kompas.com meminta aku mencoba menulis …..
Sejak itu, aku ‘addict’ dan kesetanan menulis. Tanggal 12 November 2010 adalah ‘kelahiranku’ di Kompasiana dan artikel pertamaku tentang kesaksian terserang stroke di Amerika, dianugerahkan HL dengan ribuan orang pembaca. Puji Tuhan!
Menulis untukku bukan hanya untuk berkarya saja. Tetapi menulis untukku adalah terapi otakku. Dan terbukti, dengan menulis bicara dan kosa kataku semakin baik. Bahkan justru aku lebih bisa ‘berbicara’ dengan tulisan dibanding kata2 yang kurang jelas aku ucapkan. Dan dalam artikel2ku, justru aku mampu dan berani bicara tentang apapun dengan tanggung jawab pribadiku.
Genre artikel2ku cukup banyak. Yang pertama adalah kesaksian tentwng stroke yang menyerangku, sejak Januari 2010. Ratusan artikel tentang itu sudah aku posting dan menunai banyak inspirasi dan motivasi bagi keterpurukan para insan pasca stroke. Dan ratusan artikel kesaksian tentang stroke ini, sudah dibukukan dalam sebuah judul buku, dan sudah terjual sekitar 5000 buku dalam waktu 3 tahun. Judulnya “Ketika Tuhan Mengizinkan Aku Sakit”.Ratusan artikel2 ini di himpun dalam sebuah Fan Page Facebook dengan tema “Stroke di Usia Muda”.
Genre kesehatan ini, pun sudah menghasilkan sebuah “Komunitas Insan Pasca Stroke dan Disabled : Berkarya dalam Keterbatasan”. Mulanya hanya di grup Facebook, tetapi sudah berkembang menjadi aksi pelayanan bagi yang membutuhkan bantuan motivasi dan saling menyemangati, lewat beberapa kali gathering bersama dan melayani ke rumah2 ( door to door ). Komunitas ini sudah berumur 1 tahun di awal November 2014 ini.
Selain tentang stroke, genre kesehatan ini aku tuliskan tentang kesaksianku melawan kanker. Pun sudah puluhan artikelku dibukukan. Dan sudah terjual sekitar 1500 buku selama 1 tahun ini. Hasil ketiga buku kesaksianku ini, 100% aku persembahkan kepada Tuhan, melalui pelayanan2ku. Judul bukunya “Ketika Tuhan Masih Memberikan Aku Hidup” ….. danLaunching Buku ke-3 Tentang Kanker Rahimku.
Dan sejak tahun 2011 aku sudah diwawancarai oleh puluhan media cetak, belasan radio dan hampir semua TV Nasional serta kesaksian2 off-line di Gereja2 dan banyak komunitas. Serta aku sebagai nara sumber tunggal di program acara “Weekend Spirit” Radio Pelita Kasih 96.3 FM setiap hari Sabtu jam 16.00 - 17.00.
***
Genre kedua yang aku terus tuliskan adalah ambisiku untuk memperbaiki Jakarta. Ketika gubernur Jakarta masih dijabat oleh Bp Fauzi Bowo, tulisan2ku sepertinya hanya sekedar mengalir saja. Tidak ada respon dan tidak ada tanggapan. Tetapi pun aku tetap menuliskannya. Dari kepedulian lingkungan Jakarta, protes dan complain tentang fasilitas2 Jakarta sampai memberikan konsep2 besar dan kecil untuk pengembangan Jakarta. Tetapi tidak ada respon yang baik.
Begitu Bp Jokowi dan Bp Ahok yang memimpin Jakarta, aetikel2ku langsung aku kirimkan lewat email, link di sms bangkan langsung twitter beliau. Dan entah karena aku GR atau sekerdar narsis, beberapa artikelku di lakukan beliau, sesaat setelah artikel2ku aku posting di Kompasiana. Lihat tulisan2ku tentang :
Si kijang totol dipindahkan ke Bogor ( kata orang2 disana ), sekitar 2 minggu aku posting artikel ini.
Konsep kecil Waduk Pluit dariku, dikerjakan sekitar beberapa minggu artikel ini aku posting.
Perbaikan jalan lintasan KA di Pasar Minggu ini diperbaiki, sekitar 2 minggu artikel ini di posting. Tetapi mengapa hanya perlintasan kereta ini saja?
4. Beberapa artikel tentang normalisasi sungai Jakarta serta lingkungan di Bopuncur, sangat mendulang kepuasan, ketika Bp Jokowi berkolaborasi dengan Gubrenur Jawa Barat untuk membongkat villa2 dan rumah2 yang tidak mempunyai izin atau yang melanggar aturan, misalnya KDB yang tinggi.
Entah GR atau apapun, aku tidak peduli. Aku tidak butuh balasan artikel atau jawaban, tetapi aku sudah sangat bahagia ketika complain dan konsepku ini dikerjakan yang mungkin saja bukan karena artikel ini. Aku tidak peduli …..
Ratusan artikel tentang kepedulian Jakarta ini, aku himpun di dalam Fan Page “Jakarta Kota Kita”, serta sudah dijadikan acuan bagi beberapa orang untuk kepedulian Jakarta. Dan aku pun sudah diundang beberapa kali untuk diskusi tentang masalah2 Jakarta, termasuk wawancara dengan Metro TV.
***
Genre ketiga adalah tentang hobi ku filateli. Ratusan artikel pun sudah aku hasilkan, sebagai bentuk kepedulianku tentang sebuah hobi inspiratif, terutama bagi generasi muda filatelis Indonesia. Ya, aku ingin merangkul anak2 sebagai generasi muda filatelis yang tangguh untuk mengharumkan filatelis Indonesia di mata dunia.
Belasan pameran baik pameran tunggal atau bersama Filateli Kreatif pun aku gelar sejak tahun 2011. Dan sudah membuahkan banyak penghargaan. Penghargaan terakhir adalah Rekor MURI, yang dianugerahkan pada tanggal 13 September 2014 lalu dalam acara Pembukaan Pameran Tunggal tema “Wonderful Philatelic & Collectibles of Disney - 2″.
Ratusan artikel tentang filateli ini, aku sudah himpun juga melalui Fan Page Facebook dengan judul “Filateli Kreatif” dan “World of My Postcards”.
***
Genre yang lain adalah dunia wisata dan kuliner. Hobiku yang selalu aku lakukan adalah berwisata. Keliling Indonesia dan dunia. Dan aku tuliskan banyak artikel tentang itu dengan foto2 yang menarik untuk sebuah pembelajaran. Bukan hanya kesombongan yang aku tuliskan, tetapi lebih kepada nilai2 edukasi dan perencanaan jika ada yang berminat mengikuti jejakku sebagai wisatawan. Ratusan artikelku sudah aku kumpulkan di Fan Page Facebook dengan tema“Wisata dan Arsitektur”.
Dan tahun depan, aku sedang menyusun tulisan2 dari jalan2ku ke Eropa berupa trilogi selama 3 minggu lebih. Bukan hanya sekedar tempat2 wisata nya saja, tetapi justru aku mengetengahkan sebuah kesaksianku dimana Tuhan selalu menyertaiku, secara banyak masalah besar dalam perjalananku serta begaimana Tuhan menyelesaikan masalah besarku, dengan cara NYA …..
Wisata kuliner juga merupakan genre artikel2ku. Puluhan jenis kuliner yang aku suka sudah aku postingkan. Dari yang biasa2nya sampa kuliner yang ekstrim, seperti makan daging kelelawar ( paniki ) atau daging bekicot ( escargo ) sebagai makanan Perancis. Dan itupun adalah sebuah pembelajaran dengan nilai2 wisata dan kesenangan yang tinggi.
***
Genre2 yang juga aku tuliskan adalah Catatan Harian, berupa beberapa curahan hatiku, terutama ketika papa ku dipanggil Tuhan. Dan curahan hatiku tentang hubunganku dengan papa ini, sudah aku bukukan bersama dengan sebagian cerita stroke-ku, sebagai persembahan untuk papa. Judul bukunya “Bapak Mengganti Tangan dan Kakiku yang Lumpuh” …..
Genre2 yang lain adalah fiksi, pendidikan, sosial budaya serta yang lainnya. Menambah kazanah dunia tulis menulis ku. Dan sampai sekarang ini, artikelku sudah terposting 1251 artikel,dari 12 November 2010 sampai 1 Oktober 2014 ini.
***
Mungkin ini lah yang bisa aku persembahkan untuk banyak orang. Dengan keterbatasanku sebagai insan pasca stroke yang lumpuh 1/2 tubuh kanan, aku hanya bisa sekedar menulis saja. Aku tidak mampu lagi untuk membangun gedung2 tinggi sebagai arsitek, aku pun tidak atau belum bisa berkarya lagi dengan fisikku. Tetapi apa yang aku ingin lakukan untuk terus berkarya, aku tetap lakukan.
Mungkin ini lah yang bisa aku persembahkan untuk banyak orang. Dengan keterbatasanku sebagai insan pasca stroke yang lumpuh 1/2 tubuh kanan, aku hanya bisa sekedar menulis saja. Aku tidak mampu lagi untuk membangun gedung2 tinggi sebagai arsitek, aku pun tidak atau belum bisa berkarya lagi dengan fisikku. Tetapi apa yang aku ingin lakukan untuk terus berkarya, aku tetap lakukan.
Ini lah baktiku bagi negeriku. Dan aku tetap ingin dan berusaha untuk terus berkarya, sesuai dengan kemampuanku, selamanya …..
Jayalah negeriku ….. Jayalah Indonesiaku …… Tuhan berkati kita semua!


Senin, 08 September 2014
Senin, 08 September 2014
- 0 Comments
REP | 08 September 2014 | 17:52
Dibaca: 47
Komentar: 3
3
By Christie Damayanti

www.christianmamstalk.com
Tuhan memang sangat - sangat luar biasa!
Ketika aku terpuruk karena kanker rahim ku beberapa tahun lalu,
DIA menyembuhkan aku dan membuat aku hidup lagi …..
Dan ketika serangan stroke membawa aku ke dalam lingkup keterpurukan yang lebih tinggi,
DIA bahkan membuat hidup aku menjadi lebih bermakna ……
Tahun demi tahun aku merambah dalam keterbatasan,
DIA terus mengiringi ku tanpa aku harus meminta
Dalam keterbatasanku, DIA merenda ku terus menerus dengan bunga2 cantik,
Dan ‘baju’ ku sangat indah tanpa cacat cela ……
Tuhan terus merenda ku, terus terus dan terus ……
Tiap saat, DIA memberikan hasil yang luar biasa, sesuai dengan rencana NYA
Ketika kerikil2 tajam menyongsong ku, dalam awal2 keterpurukan hidup,
Penyerahan ku membuat aku siap dalam kepasrahan dalam Nama Tuhan ……
“Ketuklah pintu, maka akan dibukakan bagimu”
Adalah perintah NYA yang membuat aku terus mengetuk pintu NYA
DIA membukakan pintu NYA kapanpun aku minta
Dan angin segar dari pada NYA selalu membawaku terus melayang ……
Mimpiku kian membubung, mimpiku trus menggurita
Tuhan tetap terus merenda ku, Tuhan kian membawaku melayang meraih mimpi2ku
Semuanya sesuai dengan Rencana NYA,
Semuanya semakin memperlihatkan ke-luarbiasa-an Tuhan untukku ……
Pencapaian MURI adalah salah satu mimpiku, ketika sahabatku meraihnya beberapa bulan lalu
Hanya mimpi memang, hanya sekedar mimpi yang membubung
Aku tidak pernah berpikir jauh kesana,
Hanya mimpi memang, hanya sekedar impian penambah semangat …..
Mimpi itu terjadi, ketika justru aku dalam kebingungan karena mama tergeletak sakit
Tuhan membuat mimpi itu terwujud dalam waktu yang sangat cepat!
Rencana NYA memang tidak sama dengan rencanaku,
Rencana NYA merupakan rahasia2 NYA, tanpa kita bisa tahu ……
BERUSAHA adalah yang aku lakukan untuk meraih mimpi2ku
BERDOA adalah dukunganku dalam Nama Tuhan selama hidupku
PERCAYA adalah Kesaksianku, bahwa Tuhan sangat luar biasa!
Dan BERSYUKUR adalah janjiku, untuk aku terus memuliakan Nama NYA …..
Terima kasih Tuhan …… terima kasih Yesus ……
Dalam kepasrahan, aku terus bergumul dengan MU,
ENGKAU memberikan apapun yang terbaik untukku, sesuai dengan waktu MU,
Dan aku menerimanya apapun untukku, sesuai dengan kehendak NYA …..
Mungkin tidak ada yang bisa memahami ku,
Bahwa kreasi Tuhan dalam hidupku sangat luar biasa!
Ketika banyak orang justru mencibir ku dalam keterbatasan dan ketidakberdayaanku,
Justru Tuhan membuat aku bersinar dan terus memuliakan Nama Mu …..
Terima kasih, Tuhan ……
Terima kasih, ya Yesus ……
Terima kasih, sahabatku

Langganan:
Postingan (Atom)





















